
Dari sulap ke disiplin
Semuanya dimulai di atas panggung
Deddy Corbuzier lahir di Jakarta pada 1976 dan sudah naik panggung sejak remaja. Awalnya sulap, lalu menjadi mentalis: membaca pikiran orang, menguasai ruangan, tetap tenang sementara semua orang menunggu apa yang akan terjadi berikutnya. Dari situ wajahnya jadi akrab di televisi Indonesia.
Dua kali ia meraih Merlin Award sebagai Mentalis Terbaik Dunia. Pada tahun 2015, ia pensiun sepenuhnya dari panggung pertunjukan, bukan karena kariernya meredup, tapi karena ingin mencurahkan waktunya untuk fokus di dunia obrolan dan kesehatan. Langkah kedua itu sebenarnya telah dimulai lebih awal, pada tahun 2013, lewat OCD (Obsessive Corbuzier's Diet): pendekatan personalnya dalam mengatur pola makan dan latihan yang ia bagikan secara terbuka kepada publik.
Bukti dia tidak pernah berhenti
Lahir di Jakarta
Lahir di Jakarta, 28 Desember 1976. Dari sinilah semuanya dimulai.
Dari pesulap jadi mentalis
Tampil sejak remaja. Awalnya sulap, lalu menjadi sang mentalis, sampai namanya akrab di televisi Indonesia.
Mentalis Terbaik Dunia, dua tahun beruntun
Merlin Award untuk Mentalis Terbaik Dunia, dua tahun berturut-turut.
OCD: Obsessive Corbuzier's Diet
Programnya sendiri: disiplin yang dia jalani sendiri, lalu dibagikan ke publik.
Pamit dari dunia sulap
Dia berhenti melakukan pertunjukan untuk fokus penuh ke podcast dan program kesehatannya.
Close the Door
Podcastnya: percakapan panjang dan blak-blakan yang jadi obrolan Indonesia.
YouTube Diamond Creator Award
Diamond Creator Award, penghargaan YouTube untuk kanal yang menembus sepuluh juta subscriber.
Corbuzier Fit
Metodenya dalam satu aplikasi: workout yang dihitung oleh kamera, catat makan lewat foto, dan Deddy di WhatsApp kamu.
Sekarang dia melatih kamu
Kini, Deddy menghadirkan Corbuzier Fit. Sesi latihan terpandu dari rumah dengan kamera yang menghitung setiap repetisi, pencatatan pola makan cukup dari foto makanan di piring kamu, serta kehadiran dirinya di WhatsApp saat kamu mulai tidak aktif. Prinsipnya tak pernah berubah sejak dulu: disiplin mengalahkan motivasi, konsistensi mengalahkan intensitas.